Pages

28 Des 2012

Suara yang Tidak Terdengar


Ada yang janggal ketika aku bersuara. selalu saja tak terdengar oleh mereka. Seolah suara-suara yang aku keluarkan dari mulutku lenyap dihempaskan udara, sebelum apa yang aku suarakan sampai ke telinga mereka. 

Aku mencoba perbesar volume suaraku. Tapi masih saja janggal, karena masih tidak terdengar oleh mereka. Kemana menghilangnya  suara yang kukeluarkan dari mulutku itu? Apakah gelombang suara yang aku hasilkan tidak merambat dengan baik di udara, sehingga tidak sampai ke telinga mereka.

Aku perbesar lagi volume suaraku. Kali ini sampai batas maksimal. Bahkan pita suaraku hampir saja putus karena ini.Tapi aneh, tetap saja suaraku masih tidak terdengar oleh mereka. Apa mungkin di tempat ini tidak ada zat perantara yang bisa membuat suaraku sampai ke telinga mereka?? Tapi bukankah disetiap tempat pasti ada zatnya. .

Ini tampak semakin janggal. Padahal aku sangat yakin kalo apa yang aku suarakan benar-benar menghasilkan bunyi. Tapi tunggu dulu, mungkin yang salah bukan suaraku. Yang salah pasti telinga mereka. benar, mereka itu pasti tuli. pasti ada gangguan-gangguan di telinganya sehingga mereka tidak bisa mendengar. Tapi kenapa jika orang lain yang bersuara mereka bisa mendengarnya??

Cukup !! ini sudah semakin tidak masuk akal. Bagaimana bisa mereka bisa mendengar suara orang lain sedangkan mendengar suaraku tidak bisa? Dan sekali lagi ku katakan bahwa aku yakin bahwa apa yang aku suarakan benar-benar menghasilkan bunyi. Lalu apa yang salah?

Suaraku tidak ada yang salah, dan telinga mereka pun tidak bermasalah. Jangan – jangan yang salah adalah apa yang aku suarakan. Sehingga mereka sengaja untuk berpura-pura tidak mendengar apa yang aku suarakan, seolah-olah mereka adalah orang yang tuli. meskipun sebenarnya mereka itu mendengar apa yang aku suarakan. 

Wajar saja jika mereka tidak mau mendengar. Karena apa yang aku suarakan adalah tentang KEBENARAN. Mereka pasti takut, karena kebenaran yang aku suarakan bisa merusak kesenangan yang mereka rasakan. Makannya mereka pura-pura tidak mendengar. .

30 Nov 2012

Terjerat Nafsu


Aku berjalan berdua bersama lelaki yang aku cinta, bukan suamiku, tapi ia adalah pacarku. Aku menggandeng tangannya dengan penuh mesra. Kupercepat langkah kakiku seakan sedang terburu-buru. Karena memang aku sudah sangat tidak sabar untuk masuk kamar penuh nafsu, dan segera melampiaskan hasrat seksku.

Aku berjalan berdua bersama wanita yang aku cinta, bukan istriku, tapi ia adalah pacarku. Aku menggandeng tangannya dengan penuh mesra. Kupercepat langkah kakiku seakan sedang terburu-buru. Karena memang aku sudah sangat tidak sabar untuk masuk kamar penuh nafsu, dan segera melampiaskan hasrat seksku.

Aku melihat sepasang kekasih berjalan bersama. Mereka saling bergandengan tangan dengan penuh mesra. Langkah kakinya begitu cepat seakan mereka sedang terburu-buru. Mungkin sudah sangat tidak sabar ingin segera menuju kamar penuh nafsu. Pikiranku pun menjadi menjalar, menembus imajinasi yang paling liar, membayangkan apa yang sedang mereka lakukan didalam kamar.

Ini Hanya Sebuah Tulisan


Ini hanya sebuah tulisan,
Kumpulan dari beberapa huruf,
Yang membentuk kata, kalimat, hingga paragraf,
Yang terkadang dijadikan sebagai alat penipuan karena ditulis dengan penuh kebohongan.

Ini hanya sebuah tulisan,
Kumpulan dari beberapa huruf,
Yang membentuk kata, kalimat, hingga paragraf,
Yang terkadang ditulis dengan penuh kejujuran dari hati yang paling dalam dan penuh perasaan.

Ini hanyalah sebuah tulisan,
Tidak lebih dari sekedar kumpulan dari beberapa huruf,
Yang membentuk kata, kalimat, hingga paragraf,
Yang terkadang membuat kamu tidak bisa menilai seseorang hanya lewat sebuah tulisan. .

Karena apa yang dituliskan berada diantara kejujuran dan kebohongan. .

Kita Setara Dengan Mereka


Tanpa disadari, orang-orang sedang bergerak mundur ke belakang. Padahal mereka sedang merasa jika merekalah orang-orang yang paling maju dengan gaya hidupnya yang paling termodern, sehingga berhak menyandang gelar GAUL !!. .

Dikala malam sedang berkuasa, mereka sang manusia modern bergerak ke suatu tempat. tempat yang gemerlap, sedikit temaram, dihiasi lampu yang berkelap kelip. Ditengah keramaian, dengan diiringi alunan musik, mereka mengubarkan nafsu, manampakkan tubuh indah dan kulit mulusnya, menari-nari melenggak - lenggokan tubuhnya, menanggalkan pakaian dan celananya, menelanjangi dirinya, menunjukkan kemaluannya, mememutuskan urat malunya. Asap rokok semakin menjarah, bau alkohol tercium dari segala arah, mata mereka semua memerah, dengan nafas yang terengah-engah dan penuh gairah.

1 Nov 2012

Hanya Penjelasan


Mengenai beberapa tulisan-tulisan yang telah saya buat, yang isinya kebanyakan menyindir orang-orang, lebih tepatnya menyindir tingkah laku orang-orang, baik dari segi perbuatan ataupun ucapan. dimana orang-orang itu adalah orang-orang yang berada di sekeliling saya. saya mohon maaf atas semua itu. Saya menulis itu bukan karena saya ngewa ( benci ) sama kalian. Bukan pula untuk merasa kalau tingkah saya adalah yang paling benar diantara kalian. Saya juga tak tau pasti apa yang sedang terjadi dengan diri saya. Semuanya mengalir begitu saja, sehingga akhirnya saya menulis tulisan-tulisan itu. Anggap saja tulisan-tulisan itu adalah sisi lain dari diri saya. Sisi lain yang tersembunyi yang saya pun tidak mengenalnya dengan pasti. Sisi lain yang sedang memberontak karena tidak tahan terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Hanya sekedar analisis, mungkin pemberontakkan ini datang dari hati saya, karena raga ini terus menerus mengkonsumsi hal-hal yang tidak baik. Padahal hati ini sangat membutuhkan asupan-asupan hal-hal yang bersifat religius. Sederhananya seperti ini, saya ingin menjadi benar, tapi saya justru malah bergerak menuju kearah yang tidak benar. Karena itulah timbul pemberontakkan dalam hati dari sisi yang ingin menjadi benar tersebut.