Pages

17 Agt 2012

Catatan Penting 1

baru saja saya melihat video slide show foto adik-adik Save Street Child Bandung. dari rentetan foto adik-adik yang ada, saya cukup tertegun ketika mamandang foto ( Alm ) Etter. foto itu membawa pikiran saya kembali mengingat kepada cerita mengharukan tentang ( Alm ) Etter. tentang bagaimana ia harus meninggalkan dunia ini dengan cara yang tragis ( tabrak lari ). dan ketika berita tragis itu sampai ke telinga saya, saya benar-benar tidak menyangka. bahkan kawan-kawan saya yang lainnya juga tidak akan menyangka kalo ( Alm ) Etter harus dipanggil Tuhan, apalagi harus dipanggil dengan cara seperti itu. padahal ( Alm ) Etter usianya masih 12 tahun, tentunya hidupnya masih akan sangat panjang. tapi apa mau dikata, Tuhan berkehendak lain.

mengenai kehendak Tuhan tentang kematian, beberapa jam yang lalu saya sempat mendengar cerita dari ibu saya, bahwa beberapa ratus meter dari tempat saya tinggal, ada seorang perempuan yang meninggal. padahal dia baru kelas 2 SMA. penyebab kematiannya pun masih samar. gosipnya sih gara-gara kepala belakang bagian bawahnya di pukul sama adiknya. miris bener deh dengernya.


tiba-tiba saya jadi inget temen saya waktu SMA, yang meninggal beberapa hari sebelum dilaksanakannya Ujian Nasional ( UN ) karena kecelakaan. saya juga jadi inget tetangga saya yang tiba-tiba saja meninggal, padahal kemarinnya masih keliatan sehat.

itulah kematian, bisa datang kapanpun dan dimanapun, dengan cara apapun dan juga bisa menghampiri siapapun. kematian ga akan mandang umur. bisa jadi yang muda mati duluan ketimbang yang tua, bener kan? ah, tiba-tiba jadi keingetan sama firman Allah di Al-Quran surat Al-Ankabut ayat 57. disana dikatakan kalo setiap yang berjiwa pasti akan mati, dan kepada Allah-Lah mereka akan kembali. saya juga jadi keingetan kata-katanya Imam Al-Ghazali. Beliau berkata kalo yang paling dekat dengan kita di dunia ini adalah Kematian.

yah, cepat atau lambat saya juga pasti mati. dan entah dengan cara apa nanti saya dipanggil oleh Allah. yang jelas saya ingin mati dalam keadaan yang Khusnul Khatimah. dan tentunya saya harus memanfaatkan sebaik-baiknya setiap nafas yang telah diberikan oleh Allah ini dengan beribadah kepada-Nya untuk bekal di akhirat kelak. karena mungkin saja esok saya akan mati . .

Bandung, 17 Agustus 2012 di malam yang yang sangat dingin . .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar